Jumat, 14 Januari 2011

MACAM-MACAM NEIL ART MANICURE


Kuku cantik memang identik dengan kuku yang panjang. Tapi, anda yang berkuku pendek bukan berarti tidak bisa memiliki kuku cantik. Coba saja nail art, yaitu menghias kuku dengan lukisan.
Bahkan, kata pemilik Nail Pia Luciawaty Kurnia (Salon meni-pedi di Citraland Mall Jakarta), nail art juga bisa membantu kaum perempuan yang memiliki masalah kuku , seperti gampang patah, kuku bergelombang atau ingin memanjangkan dan memperindah kukunya dalam waktu singkat. Jadi, nail art sebenarnya tidak hanya seni untuk menghias kuku saja.
Nail Art adalah seni yang berasal dari Jepang. Seni ini masuk ke Indonesia sekitar enam tahun lalu. Nail art sendiri ada empat macam, yaitu:
1. Nail Art Cutex, yaitu nail art yang dilukis menggunakan kuteks saja.
2. Nail Art Stone, yaitu nail art yang dihiasi semacam hiasan berupa batu-batuan yang unik dan beragam aksesori lainnya.
3. Nail Art Sticker, yaitu menghias kuku menggunakan berbagai stiker.
4. Nail Art Acrylic, yaitu nail art menggunakan acrylic yang kemudian dibentuk menjadi berbagai motif timbul atau biasa disebut nail art 3D.
Keempat pola dasar nail art itu bisa dikombinasi bergantung selera dan keinginan masing-masing orang. Teknik yang penuh kreativitas dan ketelitian itu bisa digunakan untuk mengatasi kekurangan bentuk kuku dan mempercantiknya. Misalnya, kuku buntet bisa terlihat lebih lentik.
Perangkat Nail Art
Sebelum mulai memperbaiki kekurangan kuku dan mempercantiknya, sebaiknya kenali dulu berbagai perangkat yang biasa digunakan dalam nail art. Berikut ini beberapa perangkat yang biasa digunakan dalam nail art, yaitu:
* Kuku Palsu
Kuku ini dibuat dari bahan sejenis plastik. Kuku plastik sangat praktis digunakan. Di pasaran, kuku palsu ada yang masih polos, ada juga yang sudah dihias.
Cara memakai kuku palsu sangat mudah, yaitu hanya dengan menempelkan double tape pada bagian belakang kuku palsu, atau direkatkan dengan lem khusus kuku.
Kekurangan kuku palsu ada pada ukurannya yang kadang tidak bisa 100 persen sama dengan kuku asli. Sehingga, kelihatan tidak natural. Selain itu, kuku palsu tidak bisa bertahan lama menempel pada kuku asli. Karena itulah, kuku palsu paling cocok digunakan pada event khusus, seperti menghadiri pesta.
* Acrylic Paint
Ini adalah cat lukis untuk menghias kuku. Cat lukis jenis ini lebih awet ketimbang cat air., dan lebih cepat kering ketimbang cat minyak. Penggunaannya juga sangat praktis, dan bisa diencerkan dengan air biasa.
* Acrylic Powder & Monomer
Acrylic powder & monomer liquid banyak digunakan dalam dekorasi nail art, seperti untuk nail extension dan membuat objek 3D di kuku. Tapi, biasanya hanya tenaga profesional yang memakan bahan ini.
Cara memakainya, tuangkan monomer secukupnya di sebuah gelas kaca kecil dengan kuas khusus acrylic powder. Celupkan kuas ke dalam monomer dan aduk sampai seluruh kuas basah, kemudian tiriskan dengan menekan kuas ke bibir gelas. Lantas, secara berlahan celupkan kuas basah ke dalam acrylic powder, angkat setelah 1 detik. Di kuas akan menempel bulatan seperti pasta yang lengket, segera aplikasikan ke kuku dan bentuk dengan cepat karena akan mengering dalam waktu cepat.
Kekurangan bahan ini adalah baunya yang sangat menyengat dan mudah menguning.
* Rhinestone
Bahan ini juga biasa disebut gems, flatback jewel, manik-manik, kristal, berlian gosok, dan masih ada beberapa istilah lain untuk menyebutnya. Bahan tersebut biasanya ditempelkan pada kuku agar terlihat mewah.
Rhinestone sendiri sebenarnya adalah manik-manik yang terdiri atas satu muka atau bagian belakangnya datar, sehingga bisa ditempelkan pada permukaan datar. Model dan variasi rhinestone sangat beragam, harga yang ditawarkan pun bervariasi, ada yang murah dan yang mahal seperti swarovski
* Stamper & Plate
Mereka yang suka nail art jenis painting tapi tidak bisa menggambar, dapat memilih stamper & plate. Stamper adalah stempel yang didesain khusus untuk kuteks, sedang platter adalah cetakan dari gambar yang akan ditempelkan.
Cara menggunakannya sangat simpel dibanding melukis di kuku. Plat memiliki lubang lekukan dengan desain tertentu (contoh bunga, binatang, hati dan sebagainya).
Plat itu diolesi dengan kuteks khusus di bagian desain yang diinginkan, kemudian sebelum kuteks kering, tempelkan stamper. Lantas segera tempelkan pada bagian kuku yang sudah diberi lapisan kuteks dasar agar semakin cantik. (Cantiq)
http://sweetspearls.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar